Pengaruh arang aktif dari kayu bakau terhadap kadar logam berat (Pb, Fe, Cd) pada air sungai di Kombos Timur Kota Manado
Penulis : Jessica Indah Samuri
NIM: 18501003
Abstrack :
Karakterisasi Arang Tempurung Kemiri Hasil Aktivasi dengan H3PO4-HNO3 dan Kinetika Adsorpsi
Penulis : Nelce Dianty Ambaa
Abstract
Tempurung kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.) merupakan limbah dari pengolahan biji kemiri yang berpotensi digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan arang maupun karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi unsur dan kinetika adsorpsi dari arang tempurung kemiri. Rangkaian penelitian mencakup proses pirolisis, aktivasi serta analisis komposisi unsur menggunakan EDS (Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy) dan penentuan
kinetika adsorpsi arang tempurung kemiri. Hasil pengujian EDS, komposisi unsur karbon (C) tertinggi adalah arang tempurung kemiri hasil aktivasi dengan H3PO4- HNO3 sejumlah 86,7%. Kinetika adsorpsi arang tempurung kemiri hasil aktivasi dengan H3PO4-HNO3 terhadap CH3COOH 1 N pada penelitian ini mengikuti orde reaksi tiga sejumlah R2 = 0,8284 karena nilai R2 dari grafik orde tiga paling mendekati 1.
Kata kunci: Arang tempurung kemiri, aktivasi, kinetika adsorpsi, Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy
Karakterisasi arang tempurung kelapa hasil aktivasi dengan asam nira aren CH3COOH-HNO3 dan Kinetika adsorpsi
Penulis : Lusiana Agustina Rajagukguk
Abstrak :
Kelapa sebagai suatu tanaman yang sangat banyak pemanfaatannya dan menjadi peran penting untuk perekonomian Indonesia. Salah satu bagian kelapa yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu tempurung kelapa yang merupakan limbah kopra yang diproduksi di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gugus fungsi , komposisi unsur dan Kinetika adsorpsi dari arang tempurung kelapa. Penelitian ini meliputi tahap pirolisis, aktivasi arang, analisis gugus fungsi dengan Fourier Transform Infra-Red (FTIR), analisis Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) dan Kinetika adsorpsi . Pada pengujian FTIR arang tempurung kelapa hasil aktivasi kombinasi dengan asam nitrat memperlihatkan gugus fungsi O-H, C=C, C=O, C=C Aromatik, C-O. Pada pengujian EDS arang tempurung kelapa hasil aktivasi kombinasi dengan asam nitrat memiliki komposisi unsur Karbon sebanyak 71,9%, dan 76,7%. Pada analisis kinetika adsorpsi arang tempurung kelapa hasil aktivasi memakai Asam Asetat mengikuti persaman orde tiga dengan nilai R2= 0,9564 dan arang tempurung kelapa hasil aktivasi memakai Asam Asetat mengikuti persaman orde tiga dengan nilai R2= 0,9816.
Kata Kunci : Arang Tempurung Kelapa, Karakterisasi, Kinetika Adsorpsi
Pengaruh Penambahan Aktivator H3PO4 Dalam Pembuatan Arang Aktif Dari Kayu Cemara Gunung (Gymnostoma rumphianum (Miq.) L.A.S. Johnson)
Penulis : Pamela Lumingas
Abstrak
Pemanfaatan cabang kayu Roya (CKR) sebagai bahan baku pembuatan arang aktif masih belum maksimal di Sulawesi Utara, Kecamatan Tondano Utara tepatnya di Kelurahan Wulauan. Peneltian ini bertujuan memberikan informasi hasil analisis sifat fisik serta kimia, XRD dan TEM arang aktif CKR. Pembuatan arang aktif dilakukan dalam 3 tahap, yaitu preparasi sampel, pirolisis CKR pada suhu 365°C selama ±3 jam dan aktivasi arang CKR menggunakan aktivator H3PO4 1%, 2% serta 3% selama 24 jam. Hasil analisis sifat fisik dan kimia arang aktif CKR tanpa aktivasi dan teraktivasi H3PO4 menunjukkan kualitas arang aktif CKR terbaik pada konsentrasi 3% dengan kadar air 0,1683%, kadar abu 2,3321%, kadar ZMM 0,9429% kadar KT 96,7250%, dan DSI 10535 mg/g yang telah memenuhi standar arang aktif SNI 06-3037-1995. Hasil pengujian XRD menunjukkan
arang CKR tanpa aktivasi memiliki 3 puncak difraksi lebar pada kisaran 9-14°, 20-25° serta 35-50° dan 1 puncak difraksi tajam pada kisaran 25-30°. Setelah arang aktif CKR teraktivasi H3PO4 hanya terdapat 3 puncak difraksi pada kisaran 9-14°, 20-25° dan 35-50° (lebar) untuk 3 variasi konsentrasi H3PO4. Hasil pengujian TEM menunjukkan arang CKR tanpa aktivasi memiliki ukuran partikel kisaran 20-33 nm dan setelah arang aktif CKR teraktivasi H3PO4 1% ukuran partikel yang dihasilkan kisaran 41-51 nm.
Kata kunci: Gymnostoma rumphianum, aktivasi, XRD, TEM
Sintesis Total Peptida Linear YAKRCFR dan AWVDY dari Tiram (Crassostrea rivularis)
Penulis : Jessica Najoan
Abstrak
Peptida bioaktif dengan beragam sifat fungsional dalam beberapa dekade terakhir telah berhasil diidentifikasi dari beragam organisme hidup, termasuk protein hewani dari laut. Salah satu sumber peptida bioaktif berasal dari protein tiram (Crassostrea rivularis) yang mengandung peptida YAKRCFR dan AWVDY dengan aktivitas antioksidan yang tinggi. Eksplorasi lebih lanjut selain metode isolasi, metode sintesis juga dapat digunakan untuk mengakses senyawa tersebut.
Sintesis peptida dilakukan dengan metode SPPS menggunakan resin 2- klorotritilklorida (2-CTC), asam amino yang sudah diproteksi dengan Fmoc, dan reagen pengkopling HATU dan HOAt. Peptida dilepaskan dari resin dengan TFA:TIS:air (95:2,5:2,5). Peptida YAKRCFR yang dihasilkan sebanyak 102,4 mg dengan rendemen 68,20% dan peptida AWVDY yang dihasilkan sebanyak 47,3
mg dengan rendemen 95,83%. Hasil sintesis dianalisis dengan RP-HPLC analitik dan menunjukkan puncak senyawa target pada RT 19.691 untuk YAKRCFR dan 22.596 untuk AWVDY. Peptida dikarakterisasi menggunakan ESI-ToF-MS dengan m/z [M+H]+ 943.3732 dan m/z [M+2H]2+ 472.1764 dari senyawa target YAKRCFR, serta m/z [M+H]+653.1418 dari senyawa target AWVDY. Hasil tersebut membuktikan bahwa senyawa peptida YAKRCFR dan AWVDY berhasil disintesis.
Kata kunci: Sintesis peptida fase padat, peptida bioaktif, Crassostrea rivularis
Ekstraksi dan Karakterisasi Kolagen dari kulit ikan payangka (Ophieleotris aporos)
Penulis : Veronika Datu Salassa
Abstrak
Kolagen merupakan jaringan ikat utama yang berasal dari protein hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu ekstraksi terhadap rendemen kolagen dan mengkarakterisasi kolagen dengan FTIR. Rangkaian penelitian mencakup proses pretreatment menggunakan natrium hidroksida 0,05 M selama 2 jam kemudian dicuci hingga memperoleh pH netral, selanjutnya di pretreatment kembali, dimana sampel direndam dalam asam asetat 0,15 M selama 3 jam lalu dicuci hingga memperoleh pH netral kemudian diekstraksi dengan metode hidroekstraksi menggunakan aquades pada suhu 400C dengan 4 variasi waktu yaitu 1, 2, 3 dan 4 jam, ekstrak kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 400C selama 3 jam hingga diperoleh serbuk. Kolagen kering kemudian dianalisis rendemen dan dikarakterisasi menggunakan
spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Berdasarkan hasil analisis rendemen tertinggi diperoleh pada waktu ekstraksi terlama. Rendemen kolagen dari kulit ikan payangka yang diperoleh berturut- turut adalah 0,043%, 0,0456%, 0,0524% dan 0,0564%, dari analisis FTIR diperoleh gugus amida A, amida B, amida I, amida II dan amida III yang mengindikasikan senyawa yang diperoleh adalah kolagen tipe I.
Kata kunci: Kulit ikan payangka, kolagen, ekstraksi, karakterisasi
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder dari Fraksi Etil Asetat Daging Buah Pangi (Pangium edule Reinw.)
Penulis : Gratia Prili Walingkas
Abstrak
Pangi (Pangium edule Reinw.) merupakan tumbuhan asli Indonesia yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai makanan maupun obat-obatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa napthalene yang terkandung dalam fraksi etil asetat daging buah pangi (Pangium edule Reinw.). Proses isolasi dilakukan menggunakan metode maserasi dan fraksionasi, untuk pemisahan dan pemurnian senyawa menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Kolom Gravitasi dan diperoleh isolat sub-fraksi F 3.1 dari fraksi etil asetat daging buah pangi (Pangium edule Reinw.) dengan berat sampel 7.3 mg. Identifikasi senyawa menggunakan teknik Resonansi Magnetik Inti Proton (RMI- 1 H) dan Resonansi Magnetik Inti Karbon (RMI- 13 C). Hasil identifikasi isolat sub-fraksi F 3.1 sebagai senyawa naphthalene dengan usulan nama 1,4-dihydro-2,8-dimethylnaphthalene dengan rumus molekul (C 12 H 14 ).
Kata kunci: Isolasi, identifikasi, naphthalene, pangi (Pangium edule Reinw).
Pengaruh Jenis Katalis Terhadap Rendemen Reaksi Transesterifikasi
Penulis : Romi Yana Widiawati Br Tarigan
Abstrak
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis katalis terhadap rendemen reaksi transesterifikasi. Minyak kelapa murni dibuat dengan cara tanpa pemanasan menggunakan daging buah kelapa segar atau yang dinamakan non- kopra, kemudian dilanjutkan dengan proses transesterifikasi katalis-basa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis katalis terhadap reaksi transesterifikasi dan sifat fisiko-kimia serta analisis Gas Kromatografi- Spektrometer Massa (KG-SM). Rendemen yang diperoleh pada reaksi transesterifikasi yang paling tinggi yaitu katalis KOH yaitu 74,3 %, katalis NaOH 70% dan kapur tohor 68,6%. Hasil identifikasi KG-SM yang paling dominan yaitu etil kaproat 4.12%, etil kaprat 4.99%, etil laurat 54.97%, etil miristat 18.49%, etilpalmitat 8.13%, 9,12 oktadekatrin-1-ol 5.24% dan etil strearat 2.28%.
Kata Kunci; Reaksi Transesterifikasi, KOH, NaOH, CaO
Karakterisasi Asap Cair Hasil Pirolisis Dengan Penambahan Zeolit Dari Limbah Potongan Rambut Manusia
Penulis : Jihan Artum Doliwa
Abstrak
Potongan rambut manusia menjadi salah satu sampah yang dapat ditemukan di berbagai tempat. Sampah potongan rambut manusia belum banyak dimanfaatkan,kebanyakan sampah ini dibuang atau dibakar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah sampah potongan rambut manusia menjadi asap cair,menganalisis sifat fisika dan kimia asap cair dari sampah potongan rambut manusia. Hasil pengamatan pirolisis potongan rambut manusia dilakukan dengan cara pemanasan dengan suhu mulai 80 o C sampai dengan suhu 290 o C. Zeolit dalam proses pirolisis dapat memberikan perambatan suhu yang cepat dan stabil. Karakterisasi dari asap cair hasil pirolisis potongan rambut manusia yaitu :densitas 0,9552 g/ml, viskositas 5,2759 cSt, nilai kalor 8.461 kal/g, titik nyala 33,7 o C, titik asap 178,2 o C dan titik didih 145,0 o C. Analisis KG-SM cairan asap
cair hasil pirolisis potongan rambut manusia menghasilkan 24 puncak senyawa.
Kata kunci : Potongan rambut manusia, asap cair, pirolisis, zeolit, KG-SM.
Sintesis Kitosan Dari Kitin Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) Untuk Kajian Sifat Adsorpsinya Terhadap Fe(II) Dan Zn(II)
Penulis : MOCHAMMAD NAWIR ARIF
Abstrak
Telah dilakukan penelitian tentang sintesis kitosan dari kitin cangkang keong sawah (Pila Ampullacea) serta kajian sifat adsorpsinya terhadap Fe(II) dan Zn(II); untuk mengetahui waktu kontak optimum dan selektifitas kitosan mengadsorpsi Fe(II) dan Zn(II) dari campurannya yang komposisinya bervariasi. Rendemen kitin yang diperoleh 26,81% dari 400 gram cuplikan dan selanjutnya rendemen kitosan 34,08% dari berat kitin. Derajat deasetilasi serbuk kitosan dianalisis
dengan spektroskopi FTIR. Penentuan waktu kontak optimum dilakukan dengan variasi waktu pengocokka 5, 15, dan 30 menit. Selektifitas adsorpsi kitosan ditentukan dengan variasi proporsi Fe/Zn dalam larutan sebesar 100%/0%, 75%/25%, 50%/50%, 25%/75%, dan 0%/100%, kemudian larutan dianalisis menggunakan AAS. Hasil penelitian yang diperoleh adalah waktu kontak yang
dibutuhkan kitosan untuk menyerap Fe(II) secara optimum yaitu 5 menit, begtu juga dengan Zn(II) yang teradsorpsi secara optimum oleh kitosan pada waktu 5 menit. Kitosan yang diperoleh pada penelitian ini relatif lebih selektif mengadsorpsi Zn(II) dibandingkan dengan Fe(II), dengan konsentrasi Zn(II) paling kecil setelah adsorpsi sebesar 0,022 ppm sedang Fe(II) hanya 0,044 ppm.
Kata Kunci: Keong Sawah (Pila Ampullacea), Kitin, Kitosan, waktu kontak, selektifitas adsorpsi.
Isolasi dan Identifikasi senyawa metabolit sekunder fraksi etil asetat daun sesewanua (Clerodendrum squamantum vahl.) dan potensi antioksidan
Penulis : Hestiana Broni
Abstrak
Tumbuhan Sesewanua (Clerodendrum squamatum Vahl.) merupakan tumbuhan perdu yang digunakan oleh masyarakat Minahasa sebagai obat demam, patah tulang dan penurun bengkak. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa serta menguji aktivitas antioksidan dari fraksi etilasetat daun sesewanua. Tahapan isolasi dilakukan dengan metode ekstrasi dengan cara maserasi, pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom gravitasi sehingga diperoleh isolat F 2 etilasetat sebanyak 10
mg. Fraksi etilasetat diambil untuk diuji antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH ) dan memperoleh nilai IC 50 sebesar 17,252 µg/mL. Selanjutnya fraksi etilasetat dianalisis menggunakan KG-SM. Dari hasil identifikasi KG-SM menunjukan adanya senyawa nonilfenol dengan rumus molekul C 15 H 24 O dan , 5- Pentadisilbenzen- 1,3 diol dengan rumus molekul
C 21 H 36 O 2 pada fraksi etil asetat daun sesewanua (Clerodendrum Squamatum Vahl.), yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.
Kata kunci : Clerodendrum squamatum Vahl, KG-SM, nonilfenol, 5- Pentadisilbenzen-
1,3 diol, Antioksidan.
Karakterisasi sifat fisik dan kimia asap cair hasil pirolisis limbah potongan rambut manusia asal minahasa dengan KG-SM
Penulis : Jovanca Rizky Rosariano Topol
Abstrak :
Rambut merupakan struktur derivatif khusus dari kulit dan merupakan salah satu ciri khas yang mendefinisikan karakteristik dari manusia. Manusia mengupayakan keindahan rambutnya, salah satunya adalah mengubah model rambut dengan cara memotong dengan berbagai macam model. Fenomena ini mengakibatkan jumlah limbah rambut yang dihasilkan setiap hari dari ribuan salon meningkat pesat. Salah satu bahan alami yang selama ini masih jarang dimanfaatkan dan sulit
terurai adalah limbah potongan rambut manusia. Limbah potongan rambut manusia sulit dihancurkan meskipun tertimbun didalam tanah untuk waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah limbah potongan rambut manusia menjadi asap cair, menganalisis sifat fisika dan kimia asap cair hasil pirolisis dari limbah potongan rambut manusia asli Minahasa. Metode yang digunakan untuk mengubah limbah potongan rambut manusia menjadi asap cair
yaitu pirolisis. Sifat fisika dari asap cair hasil pirolisis potongan rambut manusia asli Minahasa yaitu: nilai kalor 8.166 kal/gr, viskositas 14,121 cSt, densitas 0,9837 g/ml, titik nyala 31,5 o C, titik asap 172,4 o C, titik didih 139,2 o C, titik beku – 14,6 o C. Analisis GC-MS cairan asap cair hasil pirolisis potongan rambut manusia asli Minahasa menghasilkan 30 puncak senyawa kimia. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Pirolisis dari 1350 g limbah potongan rambut manusia didapatkan total hasil 105 g berat asap cair.
Kata kunci: Rambut, Limbah potongan rambut, Asap Cair, Sifat Fisik-Kimia,KG-SM.
Identifikasi dan Karakteristik Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Potongan Rambut Manusia Asli Papua
Penulis : RAMBER ROMEO BOGAR
Abstrak
Potongan rambut manusia menjadi salah satu limbah yang paling banyak ditemukan di berbagai tempat. Salah satu sumber limbah yang melimpah, terutama di rumah potong rambut, dan industri-industri terkait perawatan rambut. Masalah limbah potongan rambut manusia yaitu kurangnya pengolahan limbah potongan rambut manusia sehingga mampu mencemari
lingkungan jika hanya dibuang atau dibakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengubah limbah potongan rambut manusia menjadi asap cair, menganalisis sifat fisika dan kimia asap cair hasil pirolisis dari limbah potongan rambut manusia asli Papua. Hasil pengamatan pirolisis potongan rambut manusia dilakukan dengan cara pemanasan dengan suhu sekitar 80oC-280oC. Sifat fisika dari asap cair hasil pirolisis potongan rambut manusia asli Papua yaitu: nilai kalor 8.028 kal/gr, viskositas 21,047 cSt, densitas 0,9939 g/ml, titik nyala 34,2oC, titik asap 176,1oC, titik didih 146,7oC, titik beku -14,2oC. Analisis KG-SM cairan asap cair hasil pirolisis potongan rambut manusia asli Papua menghasilkan 30 puncak senyawa kimia. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Pirolisis dari 915 g limbah potongan rambut manusia didapatkan total hasil 75 g berat asap cair.
Kata kunci : Potongan rambut manusia asli Papua, Asap Cair, Hasil Pirolisis, Sifat Fisika-Kimia, KG-SM.
Analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa Fraksi Etil Asetat Daun Sesewanua (Clerodendrum squamatum Vahl.) Dan Potensi Antidiabetes Secara in vivo
Penulis : Bona Fantura wolo
Abstrak
Tumbuhan sesewanua (Clerodendrum squamatum Vahl.) merupakan tumbuhan yang secara turun temurun digunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Di Minahasa daun sesewanua digunakan sebagai obat patah tulang, demam, dan penurun bengkak. Penelitian ini bertujuan untuk dan menguji potensi antidiabetes pada tikus putih jantan (Rattus novergicus), dan menganalisis kandungan senyawa dari fraksi etil asetat daun sesewanua. Tahapan isolasi dilakukan dengan metode ekstraksi, dengan cara maserasi, fraksinasi dan pemurnian dilakukan dengan Kromatografi lapis tipis dan kromatografi kolom gravitasi. Uji aktivitas antidiabetes secara in vivo dilakukan pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang disuntik streptozotocin. Berdasarkan hasil yang diperoleh, 10 mg isolat F1 fraksi etil asetat daun sesewanua (Clerodendrum squamatum Vahl.), selanjutnya dianalisis menggunakan KG-SM diperoleh 6 senyawa dengan nama senyawa sebagai berikut ; 3-hydroxy-4-methyl-2-pentanone ; 3-hydroxyhexadecane-2,15-dione ; 3-hydroxy-2 oxoheptadecanal; 9,12,15-Octadecatrienoic, methyl ester; methyl linoleate, dan ethyl linoleate. Ekstrak daun sesewanua (Clerodendrum squamatum Vahl.) mampu menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi HFD dan streptozotocin.
Kata kunci : Clerodendrum squamatum Vahl., KG-SM, Potensi Antidiabets
Optimasi konsentrasi larutan kapur siri untuk menetralkan asam lemak bebas (ALB) pada minyak goreng
Penulis : Berry Brouns Sinaba
Abstrak